Tiga Cerita
untuk Satu Rasa
(Awal suatu pilihan)
Impian itu harus tetap hidup, meski
orang yang diharapkan bisa menemani untuk mewujudkan sudah tidak ada lagi.
Impianmu layak untuk terus tumbuh meski orang yang tadinya termasuk bagian
dalam impianmu, ia menolak menjadi bagian dari impianmu.
Kamu tidak perlu menunggu seseorang
untuk mewujudkannya. Kamu jangan pernah mencoba menghancurkan rencanamu hanya karena orang
yang ingin kamu ajak belum kamu temukan atau bahkan ketika kamu temukan, ia
tidak bersedia hidup di dalam impianmu.
Biarkan impianmu itu terus tumbuh
meski hatimu patah, meski beberapa perasaan harus kelelahan, meski pikiranmu
harus merasakan tekanan. Impianmu sangat berharga sebagaimana hidupmu, karena
didepan sana akan ada orang-orang yang dengan tulus bersedia tinggal di dalam
impianmu. Orang yang mungkin tidak kamu duga adanya, bahkan juga tidak kamu
duga darimana datangnya.
Kita tidak akan pernah lepas dari
orang lain, kita tidak bisa hidup sendiri, karena tuhan selalu menciptakan
sesuatu berpasang-pasangan agar kita semua saling melengkapi, saling menutupi
kekurangan yang ada, kita tau ada suka maupun duka, begitupun ada laki-laki dan
perempuan. Kita pasti mempunyai banyak masalah yang sulit diatasi atau sekedar
berbagi cerita. Tapi dengan munculnya orang-orang tertentu itu lah yang bisa
membantu kita agar merasa lebih tenang.
Perempuan dan kemampuan menunggunya
memang sangat luar biasa, bahkan ketika hatinya tau tidak ada keberanian untuk
sekedar menyapa dan mendekatinya, berapa lama kamu menjanjikan datang?
Berdiri sendiri
tidak membuatnya menyerah hingga langit dengan usil menumpahkan airnya. Mungkin
langit lupa, lihat dimana perempuan memilih berteduh. Perlahan mendekat biarpun
terlihat malu-malu tetapi dengan sedikit mengharap semoga bisa terus bersama.
Bukan perasaan mudah untuk
mengontrol hati dan pikiran. Menemukan cara bagaimana agar hati tak terusik
dengan hal-hal yang sebenarnya membuat kita sedih. Mungkin ada yang bilang itu
menipu diri sendiri. Aku tak peduli, karena siapa lagi yang akan menjaga hati
kita selain diri kita sendiri. Menjaga kesehatan hati agar tidak mudah jatuh
sakit. Membuatnya tegar agar tidak gampang untuk menangis. Sesungguhnya hati
wanita adalah hati yang sangat rapuh. Tapi kekuatan pikiran bisa membuat
hatinya kuat menerima berbagai masalah.
Aku, adalah wanita yang ingin
menjadi sosok seperti itu. Menjadikan semua yang terjadi dalam hidup menjadi
benih-benih hati yang terpintal kuat. Benih-benih hati yang halus namun kokoh
terpaut satu sama lain hingga tak ada satu kesedihanpun mampu membuatnya
hancur.
Tak peduli seberapa pahitnya
kehidupan dimasa lalu. Kita bisa memulainya lagi dengan HARI INI, karena hari
ini adalah LEMBARAN BARU.
Orang yang HEBAT
bukanlah orang yang sukses dalam segala hal, tapi mereka yang mampu
mengoptimalkan hari ini dengan apa yang ada ditangannya.
Ketika kerja kita
dihargai, saat itulah kita belajar tentang KETULUSAN
Ketika usaha kita
dinilai tidak penting, saat itulah kita belajar tentang KEIKHLASAN
Ketika hati kita
terluka sangat dalam, saat itulah kita belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kita harus
lelah dan kecewa, saat itulah kita belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kita merasa
sepi sendiri, saat itulah kita belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kita harus
membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kita tanggung, saat itulah kita
belajar tentang BERMURAH HATI
“TERUS
BELAJAR DARI PENGALAMAN, saat itulah kita belajar ILMU KEHIDUPAN”
Dan sampai akhirnya
aku berpikir, mungkin selama ini kita merasa apa yang kita lakukan semua itu
sia-sia. Tuhan selalu mempunyai rencananya sendiri yang kita tidak pernah tau,
yang tanpa kita sadari dibalik masalah yang diberikan pasti akan ada maksud dan
tujuan yang terindah. Kita hanya bisa menyakini dan selalu percaya bahwa 'SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA'.
Sampai
akhirnya aku bisa membuka mata dan melihat seseorang yang terus terdiam di satu
tempat, dia terlihat kuat juga rapuh dalam satu waktu, tersenyum namun terlihat
ada yang mengganjal dalam satu tatapan, pasrah sekaligus beban dalam satu helaan.
Dia seperti memikirkan sesuatu yang sampai dengan saat ini masih belum bisa
dilupakannya, mungkin secarik masa lalu yang sangat menyenangkan dan indah
untuk dikenang, sehingga sulit baginya untuk menghapus semua itu, atau entah
apapun itu, hanya dia yang mengetahuinya. Aku hanya bisa menduga dan mengamati
sikapnya dari kejauhan, Tanpa adanya kepastian dan kejelasan yang akurat.
Saat
ini mungkin dia adalah orang yang bisa dibilang dekat denganku bahkan sangat
dekat denganku, cukup tau banyak akan kepribadianku. Awalnya aku hanya merasa
bahwa kedekatan yang kita jalani sekarang hanyalah pertemanan biasa, sama
seperti yang lain. Tapi pemikiran itu mungkin salah, setelah sampai suatu saat
dan entah kenapa aku merasakan ada hal aneh yang mulai menghampiriku tidak
seperti pada umumnya. Ada rasa bingung, bimbang atau apapun itu yang sampai
sekarang pun masih aku pertanyakan?
Tapi
disisi lain aku merasakan bahwa yang kita lakukan sekarang ini lebih dari
sekedar teman. Seakan-akan kita seperti dua insan yang sedang berbahagia karena
memadu kasih, aku sangat takut kehilangan sosok itu, aku takut dia menghilang
tiba-tiba dalam kehidupanku, aku takut dia menemukan yang lebih baik daripada
ku, tapi sontak aku harus menahan semua rasa itu, karena aku tau bahwa kita bukan
siapa-siapa. Kita hanyalah teman, karena kita memutuskan untuk bersahabat saat
ini. Tapi entah sampai kapan perasaan itu akan terus bertahan. Pemikiranku
masih sangat jauh untuk memikirkan itu semua.
Semakin
dipendam, rasanya justru malah semakin banyak pertanyaan yang tersirat dalam
benakku. Pernah aku merasa bahwa hubungan yang kita jalani saat ini layaknya
hubungan tanpa status. Tapi mungkin
dibalik bisa terjadinya hubungan ini, karena kita sama-sama masih tidak
yakin, banyak keraguan yang dirasakan, yang mungkin alasannya adalah sama-sama
belum memiliki kesiapan dalam berkomitmen, takut menyakiti dan disakiti, atau
bahkan hanya ingin bersenang-senang untuk melepas rasa dimasa lalu.

Mungkin
hanya butuh sedikit waktu lagi. Tapi bukan hanya menunggu dan menunggu tanpa
adanya kepastian. Peran kita disinilah yang harus bisa menetukan batasan waktu
sampai dimana mampu untuk terus bertahan dengan kondisi semacam ini. Well,
hubungan ini memang membingungkan. Dengan keadaan seperti ini aku berfikir sederhana
saja, apa yang akan kita perbuat seandainya kita berada di sarang nyamuk? Diam
ditempat atau berusaha melarikan diri? Mungkin perumpamaan inilah yang tepat
dengan keadaan sekarang, Kita tau bahwa kita tersakiti, akan tetapi berani atau
tidaknya kita keluar dari dunia yang menyakitkan itu. Walau terkadang ada rasa
nyaman yang mulai dirasakan, namun itu hanya sesaat. Karena titik jenuh
seseorang itu pastilah ada.
So guys, “KOMITMEN” itu penting ...!!!!!
Make your life to be happy :)
Simple right,.,