Senin, 18 April 2016

Tiga Cerita untuk Satu Rasa

Tiga Cerita untuk Satu Rasa



(Awal suatu pilihan)

            Impian itu harus tetap hidup, meski orang yang diharapkan bisa menemani untuk mewujudkan sudah tidak ada lagi. Impianmu layak untuk terus tumbuh meski orang yang tadinya termasuk bagian dalam impianmu, ia menolak menjadi bagian dari impianmu.

            Kamu tidak perlu menunggu seseorang untuk mewujudkannya. Kamu jangan pernah mencoba menghancurkan rencanamu hanya karena orang yang ingin kamu ajak belum kamu temukan atau bahkan ketika kamu temukan, ia tidak bersedia hidup di dalam impianmu.

            Biarkan impianmu itu terus tumbuh meski hatimu patah, meski beberapa perasaan harus kelelahan, meski pikiranmu harus merasakan tekanan. Impianmu sangat berharga sebagaimana hidupmu, karena didepan sana akan ada orang-orang yang dengan tulus bersedia tinggal di dalam impianmu. Orang yang mungkin tidak kamu duga adanya, bahkan juga tidak kamu duga darimana datangnya.

            Kita tidak akan pernah lepas dari orang lain, kita tidak bisa hidup sendiri, karena tuhan selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan agar kita semua saling melengkapi, saling menutupi kekurangan yang ada, kita tau ada suka maupun duka, begitupun ada laki-laki dan perempuan. Kita pasti mempunyai banyak masalah yang sulit diatasi atau sekedar berbagi cerita. Tapi dengan munculnya orang-orang tertentu itu lah yang bisa membantu kita agar merasa lebih tenang.

            Perempuan dan kemampuan menunggunya memang sangat luar biasa, bahkan ketika hatinya tau tidak ada keberanian untuk sekedar menyapa dan mendekatinya, berapa lama kamu menjanjikan datang?
Berdiri sendiri tidak membuatnya menyerah hingga langit dengan usil menumpahkan airnya. Mungkin langit lupa, lihat dimana perempuan memilih berteduh. Perlahan mendekat biarpun terlihat malu-malu tetapi dengan sedikit mengharap semoga bisa terus bersama.

            Bukan perasaan mudah untuk mengontrol hati dan pikiran. Menemukan cara bagaimana agar hati tak terusik dengan hal-hal yang sebenarnya membuat kita sedih. Mungkin ada yang bilang itu menipu diri sendiri. Aku tak peduli, karena siapa lagi yang akan menjaga hati kita selain diri kita sendiri. Menjaga kesehatan hati agar tidak mudah jatuh sakit. Membuatnya tegar agar tidak gampang untuk menangis. Sesungguhnya hati wanita adalah hati yang sangat rapuh. Tapi kekuatan pikiran bisa membuat hatinya kuat menerima berbagai masalah.

            Aku, adalah wanita yang ingin menjadi sosok seperti itu. Menjadikan semua yang terjadi dalam hidup menjadi benih-benih hati yang terpintal kuat. Benih-benih hati yang halus namun kokoh terpaut satu sama lain hingga tak ada satu kesedihanpun mampu membuatnya hancur.

            Tak peduli seberapa pahitnya kehidupan dimasa lalu. Kita bisa memulainya lagi dengan HARI INI, karena hari ini adalah LEMBARAN BARU.
Orang yang HEBAT bukanlah orang yang sukses dalam segala hal, tapi mereka yang mampu mengoptimalkan hari ini dengan apa yang ada ditangannya.
Ketika kerja kita dihargai, saat itulah kita belajar tentang KETULUSAN
Ketika usaha kita dinilai tidak penting, saat itulah kita belajar tentang KEIKHLASAN
Ketika hati kita terluka sangat dalam, saat itulah kita belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kita harus lelah dan kecewa, saat itulah kita belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kita merasa sepi sendiri, saat itulah kita belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kita tanggung, saat itulah kita belajar tentang BERMURAH HATI

      “TERUS BELAJAR DARI PENGALAMAN, saat itulah kita belajar ILMU KEHIDUPAN”  
Dan sampai akhirnya aku berpikir, mungkin selama ini kita merasa apa yang kita lakukan semua itu sia-sia. Tuhan selalu mempunyai rencananya sendiri yang kita tidak pernah tau, yang tanpa kita sadari dibalik masalah yang diberikan pasti akan ada maksud dan tujuan yang terindah. Kita hanya bisa menyakini dan selalu percaya bahwa 'SEMUA  AKAN INDAH PADA WAKTUNYA'.

            Sampai akhirnya aku bisa membuka mata dan melihat seseorang yang terus terdiam di satu tempat, dia terlihat kuat juga rapuh dalam satu waktu, tersenyum namun terlihat ada yang mengganjal dalam satu tatapan, pasrah sekaligus beban dalam satu helaan. Dia seperti memikirkan sesuatu yang sampai dengan saat ini masih belum bisa dilupakannya, mungkin secarik masa lalu yang sangat menyenangkan dan indah untuk dikenang, sehingga sulit baginya untuk menghapus semua itu, atau entah apapun itu, hanya dia yang mengetahuinya. Aku hanya bisa menduga dan mengamati sikapnya dari kejauhan, Tanpa adanya kepastian dan kejelasan yang akurat.

            Saat ini mungkin dia adalah orang yang bisa dibilang dekat denganku bahkan sangat dekat denganku, cukup tau banyak akan kepribadianku. Awalnya aku hanya merasa bahwa kedekatan yang kita jalani sekarang hanyalah pertemanan biasa, sama seperti yang lain. Tapi pemikiran itu mungkin salah, setelah sampai suatu saat dan entah kenapa aku merasakan ada hal aneh yang mulai menghampiriku tidak seperti pada umumnya. Ada rasa bingung, bimbang atau apapun itu yang sampai sekarang pun masih aku pertanyakan?

            Tapi disisi lain aku merasakan bahwa yang kita lakukan sekarang ini lebih dari sekedar teman. Seakan-akan kita seperti dua insan yang sedang berbahagia karena memadu kasih, aku sangat takut kehilangan sosok itu, aku takut dia menghilang tiba-tiba dalam kehidupanku, aku takut dia menemukan yang lebih baik daripada ku, tapi sontak aku harus menahan semua rasa itu, karena aku tau bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita hanyalah teman, karena kita memutuskan untuk bersahabat saat ini. Tapi entah sampai kapan perasaan itu akan terus bertahan. Pemikiranku masih sangat jauh untuk memikirkan itu semua.

            Semakin dipendam, rasanya justru malah semakin banyak pertanyaan yang tersirat dalam benakku. Pernah aku merasa bahwa hubungan yang kita jalani saat ini layaknya hubungan tanpa status. Tapi mungkin  dibalik bisa terjadinya hubungan ini, karena kita sama-sama masih tidak yakin, banyak keraguan yang dirasakan, yang mungkin alasannya adalah sama-sama belum memiliki kesiapan dalam berkomitmen, takut menyakiti dan disakiti, atau bahkan hanya ingin bersenang-senang untuk melepas rasa dimasa lalu.



            Mungkin hanya butuh sedikit waktu lagi. Tapi bukan hanya menunggu dan menunggu tanpa adanya kepastian. Peran kita disinilah yang harus bisa menetukan batasan waktu sampai dimana mampu untuk terus bertahan dengan kondisi semacam ini. Well, hubungan ini memang membingungkan. Dengan keadaan seperti ini aku berfikir sederhana saja, apa yang akan kita perbuat seandainya kita berada di sarang nyamuk? Diam ditempat atau berusaha melarikan diri? Mungkin perumpamaan inilah yang tepat dengan keadaan sekarang, Kita tau bahwa kita tersakiti, akan tetapi berani atau tidaknya kita keluar dari dunia yang menyakitkan itu. Walau terkadang ada rasa nyaman yang mulai dirasakan, namun itu hanya sesaat. Karena titik jenuh seseorang itu pastilah ada.

So guys, “KOMITMEN” itu penting ...!!!!!
Make your life to be happy :) 
Simple right,.,

0 komentar:

Posting Komentar